Me……..

Aku adalah aku….

…Ibarat batu karang yang tak tergoyah Pasang-Surut Dunia……

….Kalbu ini bak samudra luas…. Hening… dan Diam…

Image

AKU… sang pencari inspirasi…..

…….AKU…. Adalah Kesunyata’an…..

383106_277769635604985_1103786921_n

Biography :

Name : Junet Kistanto (NIM. 33112619)

Educational : College Student @ STIA AAN Yogyakarta

Occupation : ICT Technician @ SMP N 1 Tempel

My job :

– Official SMP N 1 Tempel Website Administrator (http://smpn1tempel.sch.id)

– Database Operator

– Computer & Network Technician

Mendikbud: Kacaunya Ujian Nasional Musibah

Image

VIVAnews – Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhammad Nuh melakukan rapat dengar pendapat dengan Komisi X DPR, Jumat 25 April 2013. Rapat ini khusus untuk membahas kekacauan pelaksanaan Ujian Nasional (UN) 2013.

Di forum ini, Menteri Nuh meminta maaf atas kekacauan yang terjadi. Ia kembali menjelaskan bahwa carut-marut ini adalah musibah dan kecelakaan karena salah satu percetakan, dari total enam percetakan yang ditunjuk, tidak bisa memenuhi kewajiban sesuai kontrak. “Sehingga 11 provinsi tidak bisa melakukan Ujian Nasional serentak dan muncul rentetan yang luar biasa,” ujar Nuh dalam rapat dengar pendapat di Gedung DPR RI.

Saat memaparkan, M. Nuh mengatakan siap dimarahi anggota Dewan yang sebagian besar hadir meski masih dalam masa reses. “Kami sadari anggota Dewan sangat marah, sangat kecewa. Kami meminta saran, kritik, silakan. Saya siap dimarahi,” kata Nuh, memelas.

Nuh mengeluhkan ujian tahun ini dirasakan paling berat daripada tahun-tahun sebelumnya. “Paling berat dan risikonya paling besar. Ini musibah luar biasa,” ujarnya

Peryataan Nuh mengenai kacaunya pelaksanaan UN langsung diprotes anggota Komisi X dari Fraksi Partai Golkar, Zulfadli. Dia memprotes, “Pak menteri bilang ini musibah, saya tidak setuju. Kalau kecelakaan, faktor-faktor kecelakaannya kita tidak bisa memprediksi, misalnya saat pendistribusian pesawatnya meledak atau pabriknya terbakar.” 

Kekacauan ini, kata Zulfadli, mestinya sudah diprediksi sejak jauh-jauh hari. Kementerian seharusnya sudah mengantisipasi. “Ini kan musibah yang diketahui dengan jelas. Harusnya bisa tercium dari awal. Dugaan penyimpangan proses tender UN sudah dikemukakan Fitra (Forum Indonesia untuk Transparansi Anggaran),” ujarnya. (kd)

Sumber : http://nasional.news.viva.co.id/news/read/408344-mendikbud–kacaunya-ujian-nasional-musibah